Sabtu, 04 Juli 2020

Keberhasilan Dalam Penerapan COBIT Pada Sistem Perusahaan

Referensi : Studi Kasus Pada PT Bhanda Ghara Reksa


      Keberadaan tata kelola TI menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam mendukung kesuksesan tata kelola perusahaan dalam hal ini Penulis menggunakan COBIT (Control Objectives for Informastion and Related Technology) yang diharapkan membantu perusahaan mengoptimalkan investasi TI dan bisa dijadikan referensi apabila terjadi suatu kesimpang-siuran dalam penerapan teknologi dalam perusahaan.

   Berdasarkan penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa Pengelolaan sumber daya teknologi informasi merupakan salah satu bagian dari tata kelola teknologi informasi dalam perusahaan. Pengelolaan terhadap sumber daya teknologi informasi bertujuan untuk memastikan sumber daya teknologi informasi dapat selalu mendukung teknologi informasi yang diimplementasikan secara optimal, efektif, dan efisien . Terdapat empat domain TI dalam COBIT. Penelitian ini mengkhususkan pada domain PO dan AI yang diimplementasikan melalui kuisioner pertama management awareness.

     Berdasarkan penelitian dan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Analisa pengelolaan proses TI dengan menggunakan framework COBIT didasarkan pada 2 domain yaitu domain PO (Perencanaan dan Organisasi) dan AI (Perolehan dan Implementasi) pada studi kasus di PT Bhanda Ghara Reksa mengharuskan perbaikan pada kondisi yang diharapkan pada 11 domain agar mencapai tingkat kematangan pada level 4 supaya lebih baik di masa yang akan datang.

Jumat, 08 Mei 2020

KEGUNAAN MATRIKS PADA MANAJEMEN LAYANAN INFORMASI

Berikut kegunaan matriks pada Manajemen Layanan Informasi yaitu :


- Memberikan metode untuk memusatkan perhatian pada masalah-masalah utama.

- Memaksimalkan efisiensi penggunaan manajer fungsional.

- Mengembangkan keterampilan dan kreativitas karyawan serta fleksibilitas kepada organisasi.

- Melibatkan motivasi dan menantang karyawan serta memperluas pandangan manajemen terhadap masalah strategi perusahaan yang akhirnya membebaskan manajemen puncak ntuk perencanaan.

- Menstimulasi kerja sama antar disiplin dan mempermudah kegiatan perusahaan dengan orientasi proyek.



Sampel Data Tabel Matriks :



      Berdasarkan matriks prioritas risiko di atas, kita dapat mengidentifikasi risiko-risiko apa saja yang sering kita temukan, kemudian kita dapat menempatkannya sesuai dengan tingkat kemungkinan dan dampak terjadinya, apakah risikonya berada pada domain hijau yang dapat diterima, domain kuning yang perlu dikaji tepat waktu atau yang berada di domain merah yang harus mendapatkan tindakan/kontrol langsung.

        Selain itu, pemilik risiko dan para pengelola risiko juga dapat membuat daftar kamus risiko yang dibuat dalam bentuk matriks berdasarkan peringkat risiko,  melakukan upaya menarik (menurunkan) risiko-risiko pada domain merah dan kuning menjadi risiko residual pada domain hijau dan juga memikirkan strategi penanganan risiko seperti apa yang paling feasible (layak).

Selasa, 14 April 2020

ITIL: Standar Internasional Manajemen Pelayanan Teknologi Informasi

Service Transition

      Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang diubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.


Service Operation

      Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.


Continual Service Improvement

     Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle.


Financial Management For IT Service

      Financial Management dapat diartikan juga sebagai Manajemen Keuangan. Manajemen keuangan merupakan segala bentuk kegiatan yang berhubungan dengan bagaimana caranya agar bisa mendapatkan pendanaan modal, menggunakan atau mengalokasikan dana tersebut serta untuk mengelola asset yang telah dimiliki oleh perusahaan untuk mencapai tujuan utama perusahaan. Dalam hal ini berupa manajemen kuangan bidang Teknologi Informasi.


Demand Management

     Demand Management adalah suatu proses yang bertujuan untuk menangkap, mendefinisikan, menganalisa, dan menentukan kebutuhan pengguna akan layanan teknologi informasi. Proses ini berlangsunh secara terus-menerus dalam perusahaan mengingat begitu dinamisnya perubahan yang terjadi dari masa ke masa, baik disebabkan karena tekanan internal maupun eksternal.

Perusahaan yang Menerapkan Standar Internasional Manajemen Pelayanan Teknologi Informasi

     ISO/IEC 20000 adalah sebuah sertifikasi standar internasional untuk proses IT Service Management (ITSM) untuk sebuah organisasi atau perusahaan. Di dalam standar ini terdapat kriteria-kriteria cara kerja sebuah organisasi mempunyai level layanan yang mampu memberikan nilai lebih bagi pelanggan dan bagi organisasi itu sendiri. Untuk mendapatkan sertifikasi ada langkah dan persayaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah perusahaan seperti Manajemen konfigurasi infrastruktur, manajemen insiden, manajemen permasalahan, manajemen perubahan, manajemen pelayanan terhadap pelanggan, dan manajemen keuangan. Perusahaan rela melakukan itu semua karena memiliki tujuan untuk membuat perusahaan menjadi lebih produktif dengan mengintegrasikan proses-proses dalam perusahaan, menambah kepuasan pelanggan dan membuat pengeluaran dalam bidang IT menjadi lebih efektif.

       Dalam studi kasus Tegen Ltd dapat dibuktikan bahwa dengan memiliki sertifikasi ISO/IEC 20000 banyak perubahan yang terjadi seperti meningkatya manajemen servis pelanggan dengan standar ini Tegen mampu melakukan meeting yang terjadwal dengan konsumen dengan memanfaatkan Customer Relationship Management. Selain itu terjadi juga peningkatan penjualan produk Tegen Ltd dikarenakan Tegen termasuk salah satu dari 150 perusahaan di Inggris yang memiliki sertifikasi ISO/IEC 20000.