Selasa, 14 April 2020

ITIL: Standar Internasional Manajemen Pelayanan Teknologi Informasi

Service Transition

      Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang diubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.


Service Operation

      Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.


Continual Service Improvement

     Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle.


Financial Management For IT Service

      Financial Management dapat diartikan juga sebagai Manajemen Keuangan. Manajemen keuangan merupakan segala bentuk kegiatan yang berhubungan dengan bagaimana caranya agar bisa mendapatkan pendanaan modal, menggunakan atau mengalokasikan dana tersebut serta untuk mengelola asset yang telah dimiliki oleh perusahaan untuk mencapai tujuan utama perusahaan. Dalam hal ini berupa manajemen kuangan bidang Teknologi Informasi.


Demand Management

     Demand Management adalah suatu proses yang bertujuan untuk menangkap, mendefinisikan, menganalisa, dan menentukan kebutuhan pengguna akan layanan teknologi informasi. Proses ini berlangsunh secara terus-menerus dalam perusahaan mengingat begitu dinamisnya perubahan yang terjadi dari masa ke masa, baik disebabkan karena tekanan internal maupun eksternal.

Perusahaan yang Menerapkan Standar Internasional Manajemen Pelayanan Teknologi Informasi

     ISO/IEC 20000 adalah sebuah sertifikasi standar internasional untuk proses IT Service Management (ITSM) untuk sebuah organisasi atau perusahaan. Di dalam standar ini terdapat kriteria-kriteria cara kerja sebuah organisasi mempunyai level layanan yang mampu memberikan nilai lebih bagi pelanggan dan bagi organisasi itu sendiri. Untuk mendapatkan sertifikasi ada langkah dan persayaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah perusahaan seperti Manajemen konfigurasi infrastruktur, manajemen insiden, manajemen permasalahan, manajemen perubahan, manajemen pelayanan terhadap pelanggan, dan manajemen keuangan. Perusahaan rela melakukan itu semua karena memiliki tujuan untuk membuat perusahaan menjadi lebih produktif dengan mengintegrasikan proses-proses dalam perusahaan, menambah kepuasan pelanggan dan membuat pengeluaran dalam bidang IT menjadi lebih efektif.

       Dalam studi kasus Tegen Ltd dapat dibuktikan bahwa dengan memiliki sertifikasi ISO/IEC 20000 banyak perubahan yang terjadi seperti meningkatya manajemen servis pelanggan dengan standar ini Tegen mampu melakukan meeting yang terjadwal dengan konsumen dengan memanfaatkan Customer Relationship Management. Selain itu terjadi juga peningkatan penjualan produk Tegen Ltd dikarenakan Tegen termasuk salah satu dari 150 perusahaan di Inggris yang memiliki sertifikasi ISO/IEC 20000.